iklan

Bicara Soal RPP 1 (Satu) Lembar

Apapun aktifitas manusia haruslah direncanakan dengan baik, terlebih aktifitas mengajar seorang guru yang akan mendidik dan membentuk anak manusia. Mengajar sangat perlu untuk direncanakan dengan baik. Perencanaan itulah yang kemudian dibuat dalam bentuk RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Perencanaan pembelajaran ini sudah ada sejak dulu. Setahu saya pernah namanya Satuan Pendidikan (SP), lalu berubah nama menjadi Rencana Pembelajaran (RP), dan terakhir menjadi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
 
HAKIKAT RPP
Saat ini tengah menjadi perbincangan hangat RPP 1 (Satu) lembar itu. Ini bermula sejak disampaikannya oleh Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI pada Hari Guru bulan Desember 2019 lalu.

Namun obrolan guru-guru kadang keluar dari eksistensi RPP itu sendiri sebagai sebuah perencanaan. Ada yang mengatakan RPP sekarang sudah bagus yah? karena sisa satu lembar, gak capek-capek lagi ngeprint dan semacamnya. Ada yang mengatakan RPP sebelumnyaa terlalu banyak menghabiskan waktu, sampai waktu untuk mengajar siswa menjadi tersita. Yah paling seputar itu.

Apakah RPP itu banyak lembar atau satu lembar bukan masalah utama. Yang perlu dipastikan adalah bahwa guru tersebut benar-benar melakukan perencanan. Apa yang akan dilakukan oleh guru esok harinya di kelas sudah direncanakan oleh guru. Tak akan adalah manfaatnya RPP banyak lembar kalau hanya copy paste dari teman-teman yang lain. Kalau copy paste tapi tetap ditelaah dan edit seperlunya, saya kira bolehlah, daripada tidak ada RPP sama sekali. Demikian juga RPP satu lembar meski mudah membuatnya, tak sekedar disusun tapi perlu dilaksanakan. Jadi inti RPP itu adalah direncanakan sendiri dan dilaksanakan.

KAPAN RPP 1 (SATU) LEMBAR DILAKSANAKAN?

Pak dilaksanakan mi kah RPP 1 lembar itu, atau bagaimana? Itu sebagian pertanyaan teman-teman guru.

Semenjak di sampaikannya oleh Pak Menteri maka itulah waktu yang baik untuk memulainya. Bapak menteri adalah sumber instruksi paling atas untuk para guru, karenanya sudah sangat bijak jika guru-guru melaksanankannya mulai saat itu. Meskipun dalam pidato beliau belum ada keharusan untuk menggunakan RPP 1 lembar. Guru masih diberikan kelonggaran untuk menggunakan RPP format sebelumnya.

Format RPP lama (9 komponen) berdasarkan Permendikbud nomor 22 tahun 2016 masih tetap berlaku. Karena RPP 1 lembar ini sifatnya hanya Surat Edaran. Secara Yuridis Surat Edaran tidak boleh mengubah Permendikbud. Ini sebagai jawaban bahwa apa yang pernah dilaksanakan di RPP format lama masih sangat bisa dilaksanakan dalam proses mengajar saat ini.Seperti misalnya PPK, media pembelajaran, metode pembelajaran, dan lain-lain masih tetap ada meskipun tidak tertulis lagi di dalam RPP. 

Jadi RPP hanya berubah secara format yakni lebih disederhanakan. Dan ini adalah hal yang sangat baik untuk para guru. Kita perlu berterima kasih kepada Pak Menteri.

RPP satu lembar ini sudah harus menjadi sebuah keniscayaan. Coba kita tengok RPP Jepang dan Australia berikut ini, sederhana bukan?
Sumber :https://dryuc24b85zbr.cloudfront.net


 Sumber : https://i.pinimg.com

FORMAT RPP 1 (SATU) LEMBAR
RPP satu lembar ini hanya memuat 3 (tiga) komponen utama yakni:
1. Tujuan Pembelajaran
2. Kegiatan Pembelajaran
3. Assesment/penilaian
Inilah tiga komponen utamanya. Jadi tak ada alasan untuk tidak memiliki RPP, karena hanya tinggal selembar.

CONTOH RPP 1 (SATU) LEMBAR
Jika masih belum jelas, nih saya perlihatkan contohnya


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

                        Nama Sekolah          : SD ...
                        Kelas                        : IV/Genap
                        Tema                        : Cita-citaku
                        Sub Tema                 : 1 Aku dan Cita-citaku
                        Pembelajaran            : 1
                        Alokasi Waktu          : 6 x 35 menit (6 JP)

A.     TUJUAN PEMBELAJARAN
1.    Melalui kegiatan mengamati dan berdiskusi, siswa mampu mengidentifikasikan ciri-ciri puisi dengan benar.
2.      Melalui kegiatan membuat kesimpulan, siswa dapat menyajikan hasil pengamatan tentang ciri-ciri puisi secara terperinci.
3.     Melalui kegiatan melakukan pengamatan, siswa mampu mengidentifikasi siklus makhluk hidup yang ada di sekitarnya dengan baik.
4.    Melalui kegiatan menyusun gambar tahapan pertumbuhan hewan dan tumbuhan, siswa mampu membuat skema siklus makhluk hidup yang ada di sekitarnya dengan benar.
 B.     KEGIATAN  PEMBELAJARAN
1.        Kegiatan Pendahuluan
 - Kelas dimulai dengan dibuka dengan salam, menanyakan kabar dan kehadiran siswa
 - Kelas dilanjutkan dengan do’a dipimpin oleh salah seorang siswa. (religius).
 - Menyanyikan lagu nasional Guru memberikan penguatan semangat Nasionalisme.
 - Pembiasaan membaca/ menulis/ mendengarkan/ berbicara selama 15-20 menit (literasi)
2.        Kegiatan Inti
- Guru menjelaskan sekitar materi yang akan dijelaskan
- Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok
Siswa mengamati media pembelajaran tentang materi yang diajarkan
Guru mengajak siswa berdiskusi berkaitan tentang materi yang diajarkan
Siswa berdiskusi dengan sesama anggota kelompoknya  dengan bimbingan guru
Masing masing kelompok mempresentasikan hasil kelompoknya di depan kelas
Guru memberi penguatan tentang jawaban siswa perwakilan kelompok
Bersama guru siswa memajang hasil pekerjaan siswa di papan pajangan
Kegiatan Bersama Orang Tua
- Pemahaman mengenai materi yang dipelajari kembali oleh siswa di rumah bersama orang
  tua
3.        Kegiatan Penutup
- Siswa mapu mengemukan hasil belajar hari ini
- Guru memberikan penguatan dan kesimpulan
- Menyanyikan salah satu lagu daerah nasionalisme
- Salam dan do’a penutup di pimpin oleh salah satu siswa.
C.     PENILAIAN
 Penilaian Sikap : Observasi selama kegiatan berlangsung
 Penilaian Pengetahuan : Soal (terlampir)
          Penilaian Keterampilan : Menilai dengan Rubrik
 

Selamat membuat rpp satu lembar, jangan lupa untuk melaksanakan perencanaan kita. Tak perlu sama persis namanya perencanaan kadang tak sesuai realita. Paling tidak sudah ada RPP untuk jadi pedoman kita.

Demikian uraian saya tentang RPP 1 lembar, menutup tulisan ini saya ingin katakan bahwa tiadalah perencanaan yang sempurna kecuali setelah ia dilaksanakan
Guru Sunardi Guru, Trainer Guru, Blogger, Youtuber, Mentor Menulis Buku, Penyedia Aplikasi Raport, Aplikasi SKHU. Saya juga suka pada dunia Desain dan Enterpreunership.

Belum ada Komentar untuk "Bicara Soal RPP 1 (Satu) Lembar"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel