iklan

Agar Pendidikan Karakter di Sekolah "Sukses"

Agar Pendidikan Karakter di Sekolah "Sukses"

Dewasa ini seringkali terdengar perilaku yang “menyimpang” dari generasi muda kita. Yang paling akrab di telinga adalah penyalahgunaan narkoba, miras, gang motor, tawuran atau pun pergaulan bebas. Semua ini sungguh jauh dari harapan orang tua/negara, apalagi kita yang menganut budaya ketimuran. Jumlah generasi muda indonesia adalah 30% dari jumlah penduduk indonesia. Oleh karena itu sangat wajar kalau setiap perilaku menyimpang dari generasi muda menjadi keprihatinan kita bersama.

Pemerintah pun telah menaruh perhatian besar terhadap kenakalan remaja ini. Melalui Program Nawacita Bapak Presiden yakni pada point ke delapan jelas disebutkan “Melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan, yang menempatkan secara proporsional aspek pendidikan, seperti pengajaran sejarah pembentukan bangsa, nilai-nilai patriotisme dan cinta Tanah Air, semangat bela negara dan budi pekerti di dalam kurikulum pendidikan Indonesia”. Jika dimaknai maka pendidikan karakter memang menjadi salah satu cara mengurangi kenakalan remaja negeri ini. Program ini perlu mendapat dukungan dari setiap elemen bangsa ini.

Source image : https://www.kompasiana.com/image/ati/56fb35587697732011d44a8f/wajah-karakter-anak-bangsa-pada-saat-ini

Mengimplementasikan program pemerintah tersebut, saat ini telah banyak sekolah yang menerapkan pendidikan karakter ini. Sekolah mulai membuat program-program pendidikan karakter mulai dari program harian, mingguan, bulanan, semesteran dan tahunan. Program harian misalnya membuang sampah pada tempatnya, “mappatabe” jika lewat di depan orang yang lebih tua, budaya antri, berdoa sebelum belajar, menyanyikan lagu wajib nasional setiap pagi dan lain-lain. Program bulanan misalnya sholat Dhuha berjamaah, kunjungan ke museum dan lain-lain. Inilah beberapa contoh yang dilakukan oleh sekolah setiap harinya.

Kegiatan seperti ini jika dilakukan secara terus menerus maka akan mengakar dan menjadi karakter anak bangsa. Hal seperti inilah yang perlu dijaga secara konsisten dan komitmen yang kuat, bukan hanya sekolah tapi sampai ke rumah dan masyarakat. Dengan demikian dapat saling menguatkan satu sama lain

Selain sekolah pendidikan karakter harus juga berlanjut di lingkungan rumah. Rumah sebagai “madrasatul ula” harus betul-betul menjadi pondasi bagi pendidikan karakter anak. Apa yang didapatkan anak di rumah itulah yang akan disampaikannya ke orang lain di luar rumah. 

Orang tua harus mengetahui program pendidikan karakter yang dilaksanakan di sekolah anaknya. Pendidikan karakter di sekolah harus dilanjutkan oleh orang tua di rumah. Misalnya jika anak dibiasakan “mappatabe” di sekolahnya maka di rumahpun hal tidak boleh dilupakan.  Orang tua hendaknya menegur anaknya jika melanggar kebiasaan ini. Ketika sekolah memprogramkan sholat berjamaah maka orang tua di rumah harus memastikan bahwa anaknya akan terus sholat berjamaah di rumah. Demikian juga dengan pembiasaa-pembiasaan yang lain. Jika ini terjaga maka anak akan terbentuk karakter baiknya.

Selanjutnya yang sangat urgent dalam pendidikan  keluarga adalah meningkatkan fungsi pengawasan. Orang tua hendaknya tau dimana dan bersama siapa anaknya bermain. Orang tua mesti menetapkan kapan anaknya kembali ke rumah. Sebab di lingkungan tempat bermainlah anak akan mendapatkan pengalaman, pengaruh dan hal lainnya dari temannya. Syukur jika yang didapatkan oleh anak adalah hal positif.

Berikutnya yang berpengaruh terhadap pendidikan karakter anak adalah adalah lingkungan masyarakat. Masyarakat adalah kumpulan keluarga-keluarga. Jika pendidikan dan pembiasaan di lingkungan rumah/keluarga terlaksana dengan baik maka masyarakat pun akan menjadi baik. Selanjutnya yang perlu dilakukan oleh masyarakat adalah kesadaran akan pentingnya menumbuhkan karakter baik bagi anak. Bentuknya antara lain adalah masyarakat tidak boleh apatis atau membiarkan kenakalan remaja terjadi di sekitarnya. Misalnya jika melihat anak tetangga tawuran maka baiknya segera sampaikan kepada orang tuanya. Karena kerusakan yang dibiarkan lama kelamaaan akan semakin besar dan berat untuk diselesaikan. Laksana kapal yang bocor jika tidak segera di tambal maka akan menenggelamkan kapal tersebut. 

Inilah beberapa hal yang jika dilakukan secara simultan dan kerjasama yang baik antara sekolah, rumah dan masyarakat. Maka pendidikan karakter bangsa ini akan cepat terealisasikan.


Guru Sunardi Guru, Trainer Guru, Blogger, Youtuber, Mentor Menulis Buku, Penyedia Aplikasi Raport, Aplikasi SKHU. Saya juga suka pada dunia Desain dan Enterpreunership.

Belum ada Komentar untuk "Agar Pendidikan Karakter di Sekolah "Sukses""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel