iklan

Mengatasi anak yang malas belajar online


Di masa belajar di rumah ini, tentu kita sering temui anak yang malas mengikuti pembelajaran online. Setiap pagi dinantikan absen onlinenya namun tak kunjung mengabsen. Setelah dijapri atau bahkan ditelfon langsung lalu kemudian muncul mengabsen. Ini pun tak berlangsung lama. Besok atau lusa masih seperti itu. 

Pernah mengalami hal seperti itu?

Jika jawaban Anda iya berarti kita sama, saya pun mengalami hal serupa. Saya akhirnya melakukan riset kecil-kecilan, ingin mencari tau penyebabnya. Selain riset saya juga mencoba berbagai metode dalam mengajar daring. Sebagaimana yang dulu pernah dipesankan oleh dosen saya. Bahwa metode belajar janganlah monoton agar anak semangat dalam belajar.

Setelah melalui riset itu akhirnya saya temukan cara sedehana namun berpengaruh. Apa itu?

Pertama, buat kesepakatan tugas

Ini penting, malibatkan anak dalam pengambilan keputusan, kapan sebaiknya tugas-tugas dikumpulkan. Mereka akan termotivasi sendiri karena ini adalah kesepakatan bersama. Mereka sendiri yang memutuskan. Cara ini juga akan mengajarkan anak bermusyawarah dan menghargai orang lain.

Kedua, mulailah memberikan soal latihan dengan level paling mudah

Jika guru langsung memberikan soal yang susah, kemungkinan anak akan meninggalkan tugasnya. Menyerah tak mau mengerjakan. Maka mulailah dengan memberikan soal yang paling mudah lalu meningkat sedikit demi sedikit ke soal yang lebih sulit. 

Ketiga, kurangi kuantitas tugas

Saat ini memang kita berada dimasa yang sulit, guru tidak menjelaskan langsung pelajaran kepada siswanya. Jumlah soal yang terlalu banyak (kuantitas) menjadikan anak terbebani. Karena itu utamakan kualitas soal. Walaupun hanya 1-3 nomor soal, akan lebih baik jika berkualitas daripada sampai 10 soal sekaligus. Sekali lagi yang penting adalah berkualitas. Apalagi saat ini dibolehkan tidak menuntaskan kurikulum. Yang penting pembelajaran bermakna bagi anak.

Keempat, berikan reward (penghargaan)

Penghargaan penting untuk semua orang. Termasuk siswa, mereka lebih termotivasi belajar, termotivasi meraih nilai tertinggi jika diberi penghargaan

Reward yang paling mudah diberikan namun bernilai tinggi adalah pujian, usahakan memuji siswa. Memberikan emoji jempol, tepuk tangan. Itu sangat bermakna bagi anak. Apalagi jika di-mention anak yang berprestasi itu.

Cobalah tips ini karena saya sudah melakukannya. Jika kamu punya tips lain, boleh kirimkan ke kolom komentar yah?


Guru Sunardi Guru, Trainer Guru, Blogger, Youtuber, Mentor Menulis Buku, Penyedia Aplikasi Raport, Aplikasi SKHU. Saya juga suka pada dunia Desain dan Enterpreunership.

Belum ada Komentar untuk "Mengatasi anak yang malas belajar online"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel